Gubernur Khofifah Kirim 9.825 Vaksin, Tangani Campak Sumenep

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: Humas Jatim)

Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah cepat dalam menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan data hingga 21 Agustus 2025, jumlah kasus suspek campak tercatat lebih dari dua ribu kasus dengan korban meninggal mencapai belasan jiwa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mengirimkan 9.825 botol vaksin MR (Measles and Rubella) ke Sumenep sebagai bagian dari pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) yang akan dilakukan serentak di 26 wilayah puskesmas.

“KLB campak di Sumenep menjadi perhatian kita bersama. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Sumenep, Dinkes Jatim, dan Kementerian Kesehatan. Alhamdulillah, vaksin sudah kami kirimkan,” kata Khofifah di Surabaya, Jumat (22/8/2025).

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemprov Jatim juga memberikan pelatihan penyusunan kajian epidemiologi KLB PD3I kepada seluruh puskesmas di Sumenep serta melakukan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan Surabaya Raya dan Madura Raya untuk mencegah penyebaran lintas daerah.

“Penting juga melibatkan wilayah lain agar campak tidak menyebar. Kita langsung gerak cepat untuk memasifkan imunisasi, terutama bagi anak-anak,” tegas Khofifah. ORI akan menyasar anak usia 9 bulan hingga 6 tahun, dimulai 25 Agustus hingga 14 September mendatang.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Kesehatan, WHO, dan Komite Ahli PD3I guna menyusun langkah penanggulangan yang efektif. Selain itu, surveilans aktif dan peninjauan catatan medis dilakukan di sejumlah rumah sakit rujukan di Sumenep.

Khofifah mengajak masyarakat untuk waspada terhadap gejala campak, memperkuat imunisasi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Target ORI ini minimal 95 persen agar bisa membentuk herd immunity. Saya malam ini akan ke Sumenep untuk memantau langsung,” ujarnya.

Pewarta. Nyoto

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama